Rabu, 22 Desember 2010

aku tetaplah aku...

aku hanyalah aku,
bergaul tapi tak lebur...
aku punya warnaku sendiri
berusaha tak mengganggu warnamu,
tapi juga tak ingin terwarnai olehmu...

bila aku menyerap warnamu,
aku yakin nanti warna itu akan luntur saat kau pergi,
saat aku mewarnaimu,
aku juga yakin nanti warnaku akan lenyap saat aku mati...

maka, aku tetaplah aku,
dengan jutaan kelemahan dan ribuan kelebihanku...
kau memang melengkapiku,
kau memang mennyelimutiku,
kau memang melindungiku,
dan kau memang warna yang indah bagiku...
tapi, aku tetaplah aku...

sampai saat dimana aku menyempurnakan warnaku ini...
sampai saat dimana aku melukiskan warnaku di pelangi illahi...
tetaplah menjadi sahabatku...
tetaplah menjadi warna yang indah bagiku...
karna aku, tetaplah aku...
prima, sahabatmu...

Selasa, 21 Desember 2010

untuk sahabatku...(tetaplah ada)

banyak hal yg aku pelajari dari kalian....
kalian yang melengkapi langkah ini sampai dimana aku berdiri...
kalian yang selalu mengajari aku berlari...
dan kalian yang setia menasehati...

Allah mengirim kalian padaku karena suatu alasan...
agar aku bisa membentuk jati diriku lebih jantan...

Dia tau apa yang aku butuhkan...
Dia kirimkan sahabat seperti kalian...
dengan beribu kekonyolan...
berjuta pelajaran...
dan bermilyar-milyar kebaikan...
syukur aku lukiskan karena bisa mengenal kalian...

aku pria egois seperti yang kalian kenal...
aku pria keras kepala seperti yang kalian lihat...
aku pria sombong seperti yang kalian rasakan...
tapi semoga kalian juga tau aku bisa kalian andalkan...

tak perlu mengerti aku sepenuhnya...
karena memang hanya Allah yang bisa...
tak perlu memberi segalanya....
karena Allah yang akan selalu ada....
dan tak perlu menjadi sahabat yang sempurna...
karena kalian sangat membanggakan, apa adanya...

tetaplah berada di sampingku...
bantu aku menahan berat bebanku...
jangan biarkan satu pun kata keluhan terucap dari mulutku...
dan jangan biarkan aku tenggelam dalam kematian makna yang semu...

aku selalu bisa walau tanpa kalian...
aku tetap bernafas selama Allah mengijinkan...
aku mampu berdiri menantang dunia tanpa keluhan...
dan aku tetap Prima dengan segala kelemahan dan kelebihan...
aku masih bisa tanpa kalian....
tapi saat kalian tidak ada...bukan berarti aku baik2 saja...=p

---------------------------------------------------------------------------

regard, Prima...
dengan segala rasa bangga karena bisa memiliki sahabat seperti kalian...=)

Rabu, 15 Desember 2010

Stomatitis apthous rekuren (SAR)

Stomatitis apthous rekuren (SAR) merupakan lesi oral yang paling sering terjadi dan menyerang 10%-25% dari keseluruhan populasi manusia, namun banyak diantaranya yang bersifat ringan dengan keluhan yang minimal. Beberapa peneliti menyimpulkan bahwa sebenarnya SAR merupakan sebuah penyakit yang tidak berdiri sendiri, namun merupakan gambaran manifestasi klinis dari penyakit lainnya. Gangguan pada sistem imunologi, hematologi, psikologi, dan alergi merupakan hal yang erat kaitannya dengan lesi ini.

Etiologi SAR sejauh ini belum diketahui secara pasti, namu ada beberapa faktor predisposisi yang dapat memicu terjadinya SAR diantaranya adalah:

1. Faktor genetik

Beberapa kasus yang terjadi ternyata menunjukkan adanya hubungan riwayat keluarga. Namun faktor genetik merupakan faktor predisposisi yang sangat sedikit dan bersifat minoritas.

2. Trauma

Pada beberapa pasien, trauma selalu mengawali terjadinya ulserasi pada rongga mulut. Trauma yang paling sering terjadi adalah trauma akibat gesekan sikat gigi. Lemahnya kondisi seseorang menyebabkan trauma yang kecil dapat menyebabkan terjadinya ulserasi pada mukosa rongga mulut.

3. Infeksi

Infeksi juga dikategorikan sebagai faktor predisposisi yang lemah, karena tidak ada bukti kuat yang mengatakan bahwa ulserasi pada RAS disebabkan oleh mikrobakteri tertentu.

4. Gangguan pada sistem imun

Penyakit autoimun sudah banyak dijadikan alasan utama terjadinya suatu penyakit yang belum diketahu penyebabnya. Secara umum, keadaan imunologi yang terganggu dapat menyebabkan rusaknya sistem antibody seseorang sehingga dapat mempermudah proses kerusakan pada tubuh sendiri.

5. Gangguan pada sistem pencernaan

Ulserasi pada rongga mulut sering dihubungkan dengan adanya ulserasi pada usus. Ini lebih disebabkan karena terdinya defisiensi vit B12 sebagai akibat terganggunya penyerapan makanan didalam sistem gastrointestinal.

6. Gangguan hematologi

Kekurangan vit B12, asam folat, dan Fe telah terbukti berhubungan dengan pada sekitar 20% penderita SAR. Keadaan ini cenderung terjadipada penderita pada usia pertengahan atau lanjut usia.

7. Gangguan sekresi hormon

Pada beberapa wanita, insidensi SAR meningkat saat sedang berada dalam masa menstruasi.

8. Stres.

Beberapa penelitian telah mengemukakan bahwa insidensi SAR meningkat seiring dengan tingkat stres seseorang, namun ada juga penelitian lain yang mengatakan bahwa stres tidak berhubungan secara langsung dengan insidensi SAR.

Secara klinis, SAR merupakan lesi yang self limitting, sangat sakit, mudah terjadi rekuren, biasanya terjadi pada mukosa oral yang tidak berkeratin (selain palatum dan gusi cekat). Lesi ini memiliki dasar yang berwarna kekuningan dengan batas halo yang eritem. Lesi ini biasanya diawali dengan gejala prodormal seperti rasa terbakar atau panas pada 2-48 jam sebelum ulsernya muncul. Pada fase inisial, terbentuk area eritem yang terlokalisir, lalu dalam hitungan jam, muncul papula kecil berwarna putih, yang berulserasi, dan secara berkala bertambah besar mulai dari 48-72 jam kemudian. Bentuknya relatif bulat atau lonjong, simetris, dan dangkal. Biasanya muncul lebih dari satu lesi, namun jumlah, ukuran dan frekuensinya sangat bervariasi.

Jumat, 10 Desember 2010

iseng belajar buar diskusi kasus minor...

Mukosa oral dibagi menjadi 3 bagian:

Masticatory mucosa,

yaitu mukosa yang dilapisi oleh epitel squamous berlapis dan berkeratin, dapat ditemukan pada dorsum lidah, palatum keras, dan usi cekat.

Lining mucosa,

mukosa yang dilapisi oleh epitel squamous berlapis dan tidak berkeratin. Jenis mukosa ini dapat ditemukan d hampir semua bagian di rongga mulut, misalnya mukosa bukal.

Specialized mucosa,

terletak spesifik pada daerah papilla lidah di dorsum lidah.

· Ulcer: Suatu luka terbuka dari kulit atau jaringan mukosa yang memperlihatkan disintegrasi dan nekrosis jaringan yang terjadi secara bertahap. Ulcer meluas sampai stratm basal dari epitel dan mencapai dermis. Biasanya terasa sakit.

· Traumatic ulcer: Ulserasi pada mukosa rongga mulut akibat trauma.

· SAR: merupakan suatu kelainan yang ditandai dengan adanya ulser yang rekuren pada mukosa oral tanpa adanya tanda lain dari penyakit.

· Klasifikasi SAR:

Tipe minor

Kadang tunggal ataupun multipel

Merupakan tipe yang paling sering terjadi

Menyerang mukosa non keratin

Relatif dangkal, berbentuk bulat atau oval

diameter 5-7 mm atau <>

Margin eritem; dasar ulser putih kekuningan.

Dapat sembuh dalam 7-10 hari.

Tipe mayor

Jarang terjadi

Diameternya > 1 cm

Ulser lebih dalam

Dapat bertahan sampai beberapa minggu-bulanan.

Pada saat sembuh, biasanya meninggalkan bekas. (gambar c).

Tipe herpetiformis

Jarang terjadi

Diameter sekitar 1-2 mm

Bisa muncul sebanyak puluhan-ratusan di RM

Dapat bersatu menjadi lesi yang berbentuk irregular.

Dapat terjadi pada mukosa yang berkeratin maupun non keratin

Lesi dapat sembuh setelah 7-14 hari.

Kamis, 09 Desember 2010

povidone iodine story...

How does it work?

Povidone iodine is an antiseptic. It is a complex of iodine, which kills micro-organisms such as bacteria, fungi, viruses, protozoa and bacterial spores. It can therefore be used to treat infections with these micro-organisms.

Povidone iodine gargle and mouthwash is used to treat infections of the mouth and throat, such as gingivitis (inflammation of the gums) and mouth ulcers. It is also used for oral hygiene, to kill micro-organisms before, during and after dental and oral surgery and hence prevent infections.

What is it used for?

  • Infections of the lining of the mouth and throat, such as gingivitis and mouth ulcers
  • Oral hygiene before, during and after dental and oral surgery

Warning!

  • If symptoms persist for more than 14 days, seek medical or dental advice.
  • This medicine should be used to gargle or rinse the mouth for up to 30 seconds. It should not be swallowed.
  • Regular use of this medicine should be avoided, particularly in people with thyroid disorders (see below), as prolonged use may lead to iodine being absorbed into the body. Do not use for more than 14 days.

Not to be used in

  • Allergy to iodine
  • Children under six years of age
  • Thyroid disorders such as nodular colloidal goitre, endemic goitre or Hashimoto's thyroiditis (do not use regularly in these conditions)

This medicine should not be used if you are allergic to one or any of its ingredients. Please inform your doctor or pharmacist if you have previously experienced such an allergy.

If you feel you have experienced an allergic reaction, stop using this medicine and inform your doctor or pharmacist immediately.

Pregnancy and Breastfeeding

Certain medicines should not be used during pregnancy or breastfeeding. However, other medicines may be safely used in pregnancy or breastfeeding providing the benefits to the mother outweigh the risks to the unborn baby. Always inform your doctor if you are pregnant or planning a pregnancy, before using any medicine.

  • This medicine should not be used regularly when pregnant or breastfeeding. The use of this medicine should be limited to a single treatment session only. Seek medical advice from your doctor.

Side effects

Medicines and their possible side effects can affect individual people in different ways. The following are some of the side effects that are known to be associated with this medicine. Because a side effect is stated here, it does not mean that all people using this medicine will experience that or any side effect.

  • Irritation of the lining of the mouth and throat
  • Side effects within the body if excessive amounts of iodine are absorbed

The side effects listed above may not include all of the side effects reported by the drug's manufacturer.

For more information about any other possible risks associated with this medicine, please read the information provided with the medicine or consult your doctor or pharmacist.

How can this medicine affect other medicines?

People taking lithium therapy should avoid regular use of this medicine.

If iodine is absorbed into the body from this medicine it may interfere with thyroid function tests.

(this note is taken from: http://www.netdoctor.co.uk/medicines/100002965.html )